4:08 pm - Sun, Jul 6, 2014
582 notes

Photographer Captures Beautiful, Idyllic Images Of Life In Indonesian Villages

Created by self-taught Indonesian photographer Herman Damar

3:04 pm
2,899 notes
2:40 pm
567 notes

Rumah Tanpa Pondasi

Ketika banyak perempuan dilukai oleh laki-laki. Berarti banyak pula laki-laki yang melukai perempuan. Sebanyak peganduan dalam setiap curhatan bahwa laki-laki itu brengsek dan menjengkelkan. Bila kita dengar dari teman-teman dekat kita dalam ceritanya.

Mengapa banyak cinta yang terluka sebelum terjadi ikatan yang suci lagi baik. Karena, disana tidak ada ikatan. Kalaupun merasa terikat, itu sesuatu yang tidak ada sama sekali. Siapapun bisa meninggalkan siapapun, kapanpun. Bahkan dengan alasan-alasan yang sederhana. Hilang rasa misalnya. Karena di sana tidak ada komitmen yang jelas antara keduanya. Negara bahkan tidak bisa menindaknya dengan hukum.

Lalu mengapa kita sibuk membangun cinta diatas lahan yang rawan. Seperti membangun rumah di atas rawa-rawa. Membangun rumah tanpa pondasi dan kita berharap bisa membuat gedung tinggi. Sayangnya banyak sekali orang yang melakukan itu. Kita pun pernah, di masa muda yang bergelora. Di masa muda yang ingin mencoba banyak hal.

Laki-laki akan terus melukai perempuan bila tidak ada komitmen. Sementara perempuan akan terus terlukai karena menuntut kepastian. Padahal tidak ada kejelasan. Laki-laki dan perempuan tidak saling belajar saat ini. Pun tidak saling mampu menahan diri.

Membangun cinta tanpa rahmat dan berkah dari Tuhan. Berangan-angan tentang masa depan padahal kosong. Bermimpi tentang keluarga harmonis padahal hanya mulut manis.

Cinta memerlukan kesabaran. Cinta memerlukan pengendalian. Sebab itu Dia memberikan pentunjuk-Nya. Perasaan ini suci dan fitrah, sebuah perasaan yang sengaja diciptakan dengan rasa-rasa yang indah. Hanya saja banyak orang yang terburu-buru ingin merasakan keindahanny dan ditempat dan orang yang tidak tepat.

Perempuan haruslah menjaga diri, menjaga kehormatan, dan mampu mengendalikan. Laki-laki haruslah mampu menjaga kehormatan, tidak sembarangan memberi perhatian apalagi harapan. Karena perempuan mudah memberikan kepercayaan.

Bandung, 6 Juli 2014 | (c)kurniawangunadi

2:37 pm
104 notes
Ini timeline capres, di mana prestasi mereka tercermin lewat timeline tersebut. Selamat memilih!
https://www.selasar.com/khas-selasar/infografis-perjalanan-hidup-para-kandidat-capres

Ini timeline capres, di mana prestasi mereka tercermin lewat timeline tersebut. Selamat memilih!

https://www.selasar.com/khas-selasar/infografis-perjalanan-hidup-para-kandidat-capres

(Source: wahyuawaludin, via catatanbesarku)

2:04 pm
86 notes

Ada Indonesia di Ujung Sana

Usai santap sahur kali ini saya tidak bisa tidur. Sebenarnya bukan karena tidak tenang. Mata memejam, namun perasaan pada dunia terus terhubung. Dalam mata terpejam, terpikir apa-apa yang akan terjadi, khususnya untuk tanah dimana saya lahir di bumi ini, Indonesia. 

Setidaknya mulai hari ini, hingga beberapa hari ke depan akan menjadi hari-hari yang menentukan sejarah Indonesia

Tidak berlebihan rasanya jika pemilu kita sebut sebagai media penentuan sejarah itu. Ya, karena pada pemilu kali ini kita akan mendapatkan pemimpin baru. Yang entah siapa, namun yang jelas di sorot matanya seharusnya akan selalu terpampang tulisan “Ada Indonesia di Ujung Sana

Jalan Panjang

Mungkin untuk kesekian kalinya saya menuliskan kalimat serupa yang intinya untuk saling mengingatkan, di dalam hiruk pikuk proses kampanye yang terjadi, jalan untuk Indonesia yang lebih maju masih sangatlah panjang. Proses kampannye memang seru, tapi jalan terjal memimpin saat menang harus siap-siap dihadapi.

Untuk setiap tim sukses, tentu ini tak mudah pula. Karena kandidat pada dasarnya tidak bisa apa-apa tanpa tim sukses, termasuk merealisasikan janji-janjinya. Semoga tim sukses tidak meninggalkan calon yang didukung ketika telah memimpin nanti ya.

Semoga semangat mengingatkan dan mendukung calon yang dikampanyekan ketika menjadi pemimpin jauh lebih kencang dibandingkan masa kampanye calonnya. Aamiin.

Pemerataan Jelang Akselerasi

Setelah menyimak gagasan, mendengar tim sukses, dan menela’ah lebih jauh, saya mengambil sebuah simpulan sederhana, pemerataan Indonesia harus segera dicapai oleh pemimpin Indonesia terpilih nanti. Pemerataan terlebih pada kebutuhan-kebutuhan semua rakyat Indonesia dari Sabang-Merauke. 

Indonesia bukan hanya jawa. Ada puluhan ribu pulau dengan rakyatnya tersebar

Kita tentu tak mau mendengar lagi tentang sulitnya akses pendidikan dan kesehatan di daerah. Kita tentu tak ingin menyimak kekecewaan warga di daerah tentang sulitnya akses listrik dan air bersih. Atau bahkan tentang susahnya mencari sesuap nasi? Pilu rasanya.

Sementara pulau Jawa (Jakarta khususnya) hidup bergelimang dengan fasilitas yang tak bisa didapatkan daerah.

Kepada pemimpin terpilih nanti, saya sangat berharap bisa selesaikan masalah ini terlebih dahulu. Entah bisa selesai dalam 5 tahun atau butuh 10 tahun saya tidak tahu. 

Nanti dulu bicara tentang akselerasi, biar itu menjadi tugas generasi mendatang.

Dan mulai saat ini saya mulai makin sadar tentang estafet pembangunan. Semoga pemimpin terpilih menyadari hal itu. Karena Indonesia ideal di ujung sana yang akan dituju butuh beberapa rentang waktu dan transfer semangat yang berkelanjutan untuk mencapainya. Dan generasi mendatang harus bersiap dari sekarang :)

Momentum

Tahun 2014 ini adalah tahun vital. Titik balik semakin maju atau makin mundur bangsa ini ke depan rasaya akan benar-benar ditentukan tahun ini. Kondisi indonesia hari ini, dengan pertumbuhan ekonominya, junmlah sumber daya manusianya, animo demokrasi, serta masih banyak potensi-potensi kemajuan ke depan menjadikan saat-saat ini adalah momentum kebangkitan indonesia.

Jika Salah jalan dan tak bisa memanfaatkan momentum kali ini, akan sulit membuat indonesia menjadi bangkit. Semoga calon pemimpin ke depan tidak menyia-nyiakan hal ini.

Agaknya tidak berlebihan jika saya berpendapat bahwa momentum tahun ini tidak akan terulang untuk kedua kalinya. 

Rakyat Indonesia rasanya sudah haus dan menanti yang namanya Indonesia yang lebih baik, lebih maju, dan lebih bermartabat. Ya, sesuai dengan “Ada Indonesia di ujung sana" yang sama-sama ingin kita tuju.

Epilog: Bersatu

Terlepas perbedaan pilihan pemimpin yang dipilh di pemilu kali ini, rasanya itu baiknya bukan lagi jadi soal jika sejarah menunjuk pemimpin baru melalui hasil pemilu nanti.

Entah itu pendukung Pak Prabowo, entah itu pendukung Pak Jokowi, bersatulah dan berkolaborasilah. Karena ini akan menjadi sebuah kekuatan yang kuat

Tentu bersatu tetap melakukan proses check and balance. Bersatu mendukung kemajuan-kemajuan yang digagas. Bersatu mengingatkan pemimpin jika salah (tidak apatis). Bersatu untuk siap-siapkan diri melanjutkan estafet perjuangan. Bersatu pula untuk terus menjaga harga diri dan nama baik indonesia.

Hingga, kita bersama dengan sang pemimpin akan sama-sama memiliki semangat yang sama, visi yang sama dan hidup pada jalan yang sama, yaitu…

Bersatu mewujudkan Indonesia (lebih baik yang ada) di ujung sana

—-

London, 5 Juli 2014. Jelang pemilu di United Kingdom

11:18 am - Thu, Jul 3, 2014
334 notes

paul loebach’s PEG chair can be constructed without a drop of glue

(Source: mindher, via monstereatsdesign)

11:39 pm - Wed, Jul 2, 2014
26,900 notes
11:21 pm
824 notes

Fabergé Fractals by Tom Beddard

Scotland-based laser physicist-turned-artist and web developer Tom Beddard, aka subBlue, has produced a number of intriguing geometric forms he refers to as Fabergé Fractals. Like an ornate Fabergé egg, Beddard’s creations boast brilliant and intricate design patterns. The English artist uses a formulaic method to create his digitally rendered three-dimensional models.

Beddard explains: “The 3D fractals are generated by iterative formulas whereby the output of one iteration forms the input for the next. The formulas effectively fold, scale, rotate or flip space. They are truly fractal in the fact that more and more detail can be revealed the closer to the surface you travel.

"The fascinating aspect is where combinations of parameters can combine to create structural ‘resonances’ of extraordinary detail and beauty—sometimes naturally organic and other times perfectly geometric. But then like a chaotic system it can completely disappear with the smallest perturbation."

(via MyModernMet)

11:11 pm
90,526 notes
11:10 pm
427 notes
10:58 pm
22,406 notes
10:41 pm
62 notes

Masih ingat pesanmu padaku, Abang?

Teringat dulu Abang2 sering membisikkan “Jangan khianati gerakan mahasiswa, terlebih saat pasca purna periode kepemimpinan”.

Dan Abang2 lanjutkan bisikannya “Hati-hati, perjuangan sebenarnya itu pasca kampus. Banyak yang berbelok berkhianat bertemu realita”.

Ya, begitulah pesan Abang2 yang saya tangkap dan coba jalankan. Apalagi pesan “Jangan khianati gerakan mahasiswa”. Pesan yang mengena..

Semoga kita masih dalam semangat yang sama, Bang! Pun seandainya ada yang berbelok, segera kembali ke jalur. Manusia memang berpotensi berbelok :)

Atau mungkin kita sedang tidak di satu definisi dan kerangka berpikir yang sama? Entahlah. Semoga kita selalu di jalan yg dulu diteriakkan.

Malu sama teriakan “Hidup Mahasiswa dan Hidup Rakyat” yang dulu diteriakkan, jika pada akhirnya di antra kita malah ada yg berkhianat :)

Khianat pada rakyat…

10:26 pm
44 notes

Masih ingat pesanmu padaku, Abang? (2)

Dulu Abang2 yang bilang, “Jika sudah menjadi pemimpin publik maka lepaskan semua kepentingan golongan. Letakkan publik sebagai prioritas utama”.


Dulu Abang2 juga bilang, “Jangan tebang pilih untuk suarakan yang benar. Pun yang salah dan khilaf itu adalah teman kita”.

Abang2 terus tambahkan dengan semangat, “Apapun yang dikatakan orang untuk menyalahkan yang kita lakukan, selama hati yakin bahwa tidak mendukung kejahatan, maju terus!”.

Dan Abang2 juga yang selalu sampaikan, “Tujuan kita adalah kebaikan. Ya kebaikan untuk banyak orang (bukan hanya untuk golongan kita), yang hal ini pasti diridhoi oleh AllahSWT”.

Dan Abang2 menutup itu semua dengan pesan yang sekali lagi selalu abang sampaikan “Jangan pernah berkhianat!”

Ijinkan Saya menjawab “Makasih Bang nesehatnya. Semoga bukan Abang2 yang menjadi pengkhianat!

Dan semoga saya juga bukan dan tak akan pernah menjadi pengkhianat atas apa yang pernah kita perjuangkan.

Semoga..

11:25 pm - Sun, Jun 22, 2014
930 notes
2:37 pm - Fri, Jun 6, 2014
3 notes
Acara tercinta. Di kampus tercinta.

Acara tercinta. Di kampus tercinta.

(Source: girindra182, via abyyusa)

Likes
More Likes
Install Headline